UPAYA MENINGKATKAN VOCABULARY SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA
WORDWALL DI SMAN 1
PANGKALAN

Proposal ini di ajukan untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti mata kuliah seminar penulisan
                                                                          karya ilmiah


Di Susun oleh    :
Nama    : M. Hanafi
NPM    : 1002727720727

FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
( FKIP ) UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG
2013



KATA PENGANTAR


Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat, taufik serta hidayah-Nya, Proposal Skripsi ini  dapat disusun.Penyusunan laporan ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Seminar Penulisan Karya Tulis Ilmiah.Selain itu, untuk menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas.
Dalam penyusunan Proposal ini terdapat beberapa kendala, namun berkat partisipasi dari berbagai pihak, akhirnya saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini.
penyusunanProposal ini tentunya masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan penyusunan makalah selanjutnya.
Akhirnya, semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi saya dan umumnya bagi kita semua.Amin.


Karawang,18 nopember  2014
Penyusun


MUHAMAD LUTPI HALPIAN

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR…………………………………………………………..
DAFTAR ISI……………………………………………………………………..ii
BAB I PENDAHULUAN……….………………………………………………..3
A.    Latar Belakang Masalah…………………………………………………..4
B.    Rumusan Masalah………………………………………….……………..
C.    Pembatasan Masalah……………………………………………………...5
D.    Tujuan Penulisan………………………………………………………….5
E.    Manfaat Penelitian………………………………………………………..6
F.    Kerangka Berpikir……….………………………………………………..7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA………………………………………………….8
A.    Kajian Teori……………………………………………………………….8
B.    Hipotesis ( Kuantitatif )…………………………………………………...9
BAB III METODOLOGI PENELITIAN………………………………………...10
A.    Pendekatan dan Metode Penelitian………………………………………11
B.    Subjek Penelitian………………..........................................................….13
C.    Tempat Penelitian SMAN I Pangkalan…………………………………..13
D.    Teknik Pengumpulan Data…………………………...…………………..13
1.    Observasi...…………………………………………………………...13
2.    Penelitian Eksperimen………………………………………………..13
3.    Pretest...………………………………………………………………14
4.    Postest………………………………………………………………..14
5.    Hasil …………………….…………………………………………...14
E.    Teknik Analisis…………………………………………………………..16
F.    Daftar Pustaka……...…………………………………………………....20ii


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bahasa Inggris adalah alat untuk berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Departemen Pendidikan Nasional, yang sedang mempersiapkan standar kompetensi dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ), menetapkan bahwa kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa Indonesia adalah memahami dan mengungkapkan informasi, pikiran, perasaan, serta mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya dengan menggunakan bahasa Inggris. Dengan demikian, bahasaInggris berfungsi sebagai alat untuk berkomunikasi dalam rangka mengakses informasi selain sebagai alat untuk membina hubungan interpersonal, bertukar informasi serta menikmati estetika bahasa dalam budaya Inggris. Oleh karena itu, mata pelajaran BahasaInggris bertujuan sebagai berikut:
1. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasaInggris, baik dalam bentuk lisan atau tulis, yang meliputi kemampuan mendengarkan (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing).
2. Menumbuhkan kesadaran tentang hakikat bahasa dan pentingnya bahasaInggris sebagai salah satu bahasa asing untuk menjadi alat utama belajar.
3. Mengembangkan pemahaman tentang saling keterkaitan antarbahasa dan budaya serta memperluas cakrawala budaya agar siswa memiliki wawasan lintas budaya dan dapat melibatkan diri dalam keragaman budaya.
Salah satu komponen pembelajaran bahasa adalah pemahaman kosakata dari bahasa Inggris itu sendiri, di samping komponen-komponen lainnya.
Kosakata (Inggris: vocabulary) adalah himpunankata yang diketahui maknanya dan dapat digunakan oleh seseorang dalam suatu bahasa. Kosakata seseorang didefinisikan sebagai himpunan semua kata-kata yang dimengerti oleh orang tersebut atau semua kata-kata yang kemungkinan akan digunakan oleh orang tersebut untuk menyusun kalimat baru. Kekayaan kosakata seseorang secara umum dianggap merupakan gambaran dari intelegensia atau tingkat pendidikannya.
Becker (1997) menekankan tentang pentingnya pengembangan kosakata yaitu menghubungkan berapa jumlah kosakata yang dikuasai oleh para siswa dengan materi akademik pembelajaran bahasa.Dia Menyatakan bahwa kurangnya pemahaman kosakata adalah penyebab utama dari kegagalan akademik yang dialami siswa.
Pendapat di atas menjelaskan bahwa pengembangan kosakata dengan menggunakan media wordwall dengan menghubungkan beberapa kata agar pembelajaran lebih cepat dan efektif.
Pemahaman kosakata secara umum dianggap sebagai bagian penting dari proses pembelajaran suatu bahasa ataupun pengembangan kemampuan seseorang dalam suatu bahasa yang sudah dikuasai. Muridsekolah sering diajarkan kata-kata baru sebagai bagian dari mata pelajaran tertentu dan banyak pula orang dewasa yang menganggap pembentukan kosakata sebagai suatu kegiatan yang menarik dan edukatif.Penguasaan kosa kata merupakan hal yang paling mendasar yang harus dikuasai seseorang dalam pembelajaran bahasa inggris yang merupakan bahasa asing bagi seluruh siswa dan masyarakat Indonesia. Bagaimana seseorang dapat mengungkapkan suatu bahasa apabila ia tidak memahami kosakata dari bahasa tersebut. Apalagi kalau yang dipelajari itu adalah bahasa asing, sehingga penguasaan kosakata bahasa tersebut merupakan sesuatu yang mutlak dimiliki oleh pembelajar bahasa.. Apabila seorang siswa memiliki perbendaharaan kata bahasa inggris yang memadai maka otomatis akan lebih menunjang pada pencapaian empat kompetensi bahasa inggris tadi. Demikian juga sebaliknya tanpa memiliki kosa kata yang memadai seorang siswa akan mengalami kesulitan dalam mencapai kompetensi berbahasa di atas
B. Rumusan Masalah
a. Apakah siswa mampumemahami dengan cepat mengenai vocabulary dengan media              wordwall ?
b. Apakah siswa mampu membaca dengan menggunakan media Wordwall ?
c. Bagaimana cara siswa memahami vocabulary dengan media tersebut ?

C. Pembatasan masalah
a.bagimana siswa dapat memahami vocabulary dengan media wordwall ?
b. adakah peningkatan siswa dalam membaca dengan menggunakan media Wordwalldengan efektif.
c. Supaya siswa dapat memahami vocabulary dengan cepat.

D. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah :
1. agar siswa dapat menguasai lebih kuat mengingat vocabulary
2. agar mampu membaca dengan menggunakan media Wordwalldengan efektif.
3. supayasiswa memahami vocabulary dengan cepat.

E. Manfaat Penelitian
1.    Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu bahan kajian teori mengenai pembelajaran siswa dalam menggunakan metode drilling agar dapat menghasilkan manusia yang dapat berprestasi.
2.    Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman untuk mengikuti kegiatan penelitian berikutnya yang sejenis.
3.    Hasil penelitian ini dapat bermanfaat dan diaplikasikan untuk menghasilkan siswa yang berprestasi dan berdaya saing tinggi sesuai dengan visi dan misi sekolah.


OBSERVASI
F. Kerangka Berpikir


IDENTIFIKASI

PENELITIAN EKSPERIMENTAL


KELAS KONTROL

KELAS EKSPERIMEN

FREE TEST
FREE TEST

CONVERSIONAL
TREATMENT

POSTEST
POSTEST

HASIL

BAB. II
TINJAUAN PUSTAKA
A. kajian Teori
Sesuai dengan tuntutan pencapaian tujuan pembelajaran bahasa Inggris, yaitu dapat berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan, maka para siswa dituntut untuk memiliki pemahaman kosakata yang memadai sehingga mereka akan dapat berkomunikasi dengan baik dalam berbagai konteks dan tema.
Aktivitas pembelajaran berbasis bahasa secara mendasar dan akan bergantung pada pemahaman siswa akan kosakata tersebut. Para siswa harus mempunyai akses pada makna kata yang digunakan oleh guru dan lingkungan sekitarnya. Keterbatasan pemahaman kosakata pada siswa akan mengakibatkan terhambatnya pencapain kompetensi berbahasa.. Bagaimanapun pembelajaran itu sendiri bergantung pada bahasa..
Becker (1997) menekankan tentang pentingnya pengembangan kosakata yaitu menghubungkan berapa jumlah kosakata yang dikuasai oleh para siswa dengan materi akademik pembelajaran bahasa.Dia Menyatakan bahwa kurangnya pemahaman kosakata adalah penyebab utama dari kegagalan akademik yang dialami siswa.
Sebuah riset menyatakan bahwa pemahaman suatu teks juga bergantung pada ukuran kosakata yang dimiliki oleh seseorang. Menurut Graves (1986) kosakata ideal yang harus dimiliki oleh pembelajar pemula adalah antara 2500 sampai 5.000 kata untuk menunjang pembelajaran bahasa. Namun hal ini kurang dimiliki oleh para pembelajar bahasa Inggris di negara kita, apalagi bahasa Inggris adalah sebagai bahasa asing sehingga penggunaan bahasa tersebut hanya pada beberapa hal dan tempat.
B.HIPOTESIS
    Metode Wordwall dapat meningkatkan vocabulary siswa
C. KEADAAN NYATA
Pada kenyataannya pemahaman vocabulary siswa kelas VIII A, B, C di SMA Negeri 1 Pangkalan jauh sekali dari keadaan ideal tadi atau masih di bawah pemahaman minimal yang harus dimiliki siswa. Kenyataan ini menyebabkan cukup sulitnya mencapai suatu kompetensi dasar seperti yang ada dalam kurikulum.
Ada beberapa factor yang mempengaruhi keadaan ini yaitu :
1. Metode dan teknik pembelajaran kosakata yang digunakan oleh guru kurang tepat atau tidak menarik perhatian siswa.
2. Tidak tersedianya media pembelajaran kosakata yang efektif dan menarik buat para siswa.
3. Sebagian siswa kurang memiliki minat yang besar untuk belajar bahasa inggris karena mereka anggap sukar.
Dengan keadaan ini penulis berusaha dengan kemampuan yang ada untuk mencoba beberapa cara agar pemahaman kosakata para siswa dapat meningkat sekaligus dapat menggunakan kosakata tersebut dalam berbagai makna dan tema.
Salah satu teknik dan media pembelajaran yang penulis gunakan adalah yang dinamakan dengan Wordwall.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.    Pendekatan Metode penelitian
Pendekatan daftar kata yaitu memberikan daftar kata dan maknanya secara langsung pada para siswa. Daftar kata ini mungkin ada hubungannya dengan topik-topik yang sedang dipelajari oleh siswa atau mungkin juga tidak .
Menurut hemat penulis pendekatan seperti ini ada sisi kelebihannya dan juga kelemahannya. Kelebihannya yaitu :
v Praktis
v Mudah dikerjakan
v Tidak menyita banyak waktu dalam menyampaikannya
Sedangkan kelemahannnya yaitu :
v Hanya dianggap sebagai catatan biasa oleh siswa
v Mudah terlupakan
v Tidak berkesan buat siswa
v Siswa terlalu sering membuka daftar kata tersebut dalam proses pembelajaran.
Pendekatan yang kedua adalah pendekatan kontekstual yaitu pembelajaran kosakata yang disandarkan pada berbagai aktivitas terkait untuk mencari makna dari suatu kata.
Kelemahan dari pendekatan ini adalah :
v Memerlukan teknik-teknik tertentu dalam menyampaikannya
v Memerlukan media yang cukup banyak
v Menyita cukup banyak waktu dalam menyampaikannya
Kekuatan :
v Dapat diterapkan dengan menggunakan berbagai variasi penyampaian
v Siswa merasa terkesan dan senang selama proses pembelajaran
v Mudah diingat siswa
Instrumen
Menggunakan metode kualitatif dengan cara penelitian experiment
Dari kedua pendekatan tadi menurut hemat penulis, pendekatan yang paling menyenangkan buat siswa adalah pendekatan kontekstual.Hal ini dikarenakan bahwa seluruh siswa dapat terlibat secara langsung melalui berbagai macam aktivitas untuk mencari dan menemukan makna-makna dari suatu kata dengan dibimbing oleh guru walaupun tentu saja tidak harus selalu menggunakan pendekatan ini setiap kali penulis masuk kelas.Penulis menggunakan pendekatan daftar kata apabila siswa bertanya tentang arti kosakata yang telah diucapkan penulis.Penulis telah mempraktekkan pembelajaran vocabulary menggunakan pendekatan kontekstual yaitu dengan menggunakan media Dinding kata atau Wordwalls.
B.    Subjek Penelitian
Lokasi SMAN I pangkalan
C.Teknik Pengumpulan Data
Observasi
Penelitian langsung praktek lapangan
Penelitian eksperiment
Menggunakan metode kualitatif dengan cara wawancara terhadap guru bidang

Pretest
Diadakan psikotes terhadap siswa yang telah di bagi beberapa soal
Postest
Pengujian dengan tes lisan dan tulisan
Hasil
   
ada dua pendekatan utama dalam pembelajaran vocabulary yang populer , yaitu ;
a. pendekatan daftar kata
b. pendekatan kontekstual

Agar pembelajaran vocabulary di kelas lebih bermakna dan menyenangkan buat para siswa maka penulis mencoba menggunakan pendekatan dan media pembelajaran vocabulary yang dianamakan dengan wordwall.
Wordwall adalah kumpulan kosakata yang terorganisir secara sistematis yang ditampilkan dengan hurup yang besar dan ditempelkan pada dinding suatu kelas.Wordwall adalah sebuah media pembelajaran yang harus digunakan bukan hanya ditampilkan atau dilihat.Media ini dapat didesain untuk meningkatkan kegiatan kelompok belajar dan juga dapat melibatkan siswa dalam pembuatannya serta aktivitas penggunaannya. Dengan menggunakan wordwall diharapkan siswa akan meningkat pemahaman kosakata bahasa inggrisnya tanpa harus selalu tergantung pada penggunaan kamus atau juga arti kata yang diberikan oleh guru.
Ada beberapa cara untuk membuat wordwall efisien, praktis dan mudah diingat. Wordwall adalah media interaktif dalam ruang kelas untuk mendukung pembelajaran listening, speaking, reading dan writing.
Adapun beberapa cara tersebut adalah :
a.   
1.    Buatlah agar mudah diingat dengan menggunakan kata-kata favorit pada tema tertentu.
2.    Buatlah menjadi berguna yaitu dengan sering menggunakan kata-kata tersebut dalam berbagai kegiatan listening, speaking, reading atau writing
3.    Buatlah mudah dilihat, dengan menuliskannya dengan hurup yang besar dan ditempelkan pada sebuah dinding di kelas.

b.
Pada pembuatan media ini penulis membuat kata-kata kunci dalam tema-tema tertentu sesuai dengan kurikulum dan menuliskannya dengan hurup yang besar di atas secarik karton dengan ukuran yang sedapat mungkin dapat dilihat dengan jelas oleh seluruh siswa dalam kelas. Kata-kata kunci ini dapat berupa Adjectives, nouns, verb, atau adverb yang disesuaikan dengan tema yang akan dipelajari. Penulis memberikan antara 5 sampai 10 kata dalam tiap minggu. Hal yang penulis tekankan adalah dari segi kualitas yaitu kata-kata tersebut akan selalu mudah diingat oleh siswa dan bukan dari banyaknya kosakata tapi mudah terlupa bagi siswa.
Untuk tahap selanjutnya maka penulis dapat berkolaborasi dengan siswa dalam pembuatan wordwall ini.Siswa disuruh membuat sebuah kosakata pada secarik karton yang berhubungan dengan tema pembelajaran tertentu. Setelah itu dikumpulkan dan diseleksi kata-kata mana yang paling sesuai dengan tema yang akan diajarkan. Semua hasil karya siswa ini penulis kumpulkan sebagai portofolio siswa dan diberi nilai..
    D.Teknik Analisis Data
Penggunaan media ini dimaksudkan untuk mencari makna kata-kata tertentu melalui proses pembelajaran yang interaktif dan komunikatif. Ada beberapa contoh yang penulis lakukan dalam mencari makna kata tersebut.
Analisis data adalah proses pengaturan secara sistematis yang berbentuk catatan dan bahan-bahan lain yang di kumpulkan untuk meningkatkan pemahaman terhadap bahan-bahan tersebut agar dapat di presentasikan.adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif.
Metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam,dan observasi berperan serta dalam penelitian tersebut dan dokumentasi
Contoh 1 :
Theme : Animal
Wordwall : bat, camel, giraffe, wild, wildlife reserve
Strategy : Guess the word
§ It is on the wall
§ It rhymes with cat
§ It is an animal
§ It likes to see for food at night
§ What animal is it ?
§ What is the equivalent meaning in bahasa Indonesia ?
Setelah itu siswa menebak apa yang dimaksud dan apa makna tersebut dalam bahasa Indonesia. Untuk strategi lebih lanjut guru dapat mengembangkannya menggunakan strategi yang lainnya.
Contoh 2 :
Theme : Natural Disaster
Wordwalls : Flood, landslides, destroy, Earthquake, shake
Strategy : Quick Definitions
§ Berikan suatu definisi pada sebuah kata
§ Siswa menuliskan dan memilih kata sesuai dengan definisi yang diberikan oleh guru
§ Ulangi kembali sambil memberikan semangat pada siswa
§ Cek jawaban siswa
Contoh 3 :
Theme : Parts of body
Wordwalls : Nose, shoulder, eyebrow, smell,
Strategy : Guess the word
Follow up : Simon Says games.
§ permainan ini diawali dengan kalimat “Simon says …….. touch your …….”
§ Jika guru tidak mengawali kalimat dengan “ simon says….” Maka siswa tidak boleh menyentuh apapun alias diam. Umpamanya guru hanya mengatakan “ touch your ear “ (tidak diawali dengan kalimat “ Simon Says …..” maka jika siswa ada yang melakukan sesuatu dia akan dikenai hukuman menyanyi kan lagu
Itulah contoh-contoh pembelajaran kosakata yang menggunakan wordwall yang dengan strategi ini pembelajaran menjadi menarik, menyenangkan dan tidak membosankan pada siswa. Untuk mengintegrasikan dengan materi pembelajaran bahasa lainnya seperti listening, speaking, reading , writing, maka guru dapat mengembangkan sendiri teknik dan strategi pembelajaran dan ini akan lebih memudahkan karena siswa sudah memahami kata-kata kunci dari tema pembelajaran yang kita berikan.

DAFTAR PUSTAKA

Allen, Janet. Words, Words, Words Portland: Stenhouse Publishers, 1999
Working with Words,http://www.wfu.edu/cunningh/fourblocks/block4.html
Hamid, Fuad Abdul. 1987. Prosedur Belajar-Mengajar Bahasa. Jakarta: Depdikbud,.
Kurikulum Berbasis Kompetensi, Depdiknas, 2004
Setiadi,alam,upaya meningkatkan vocabulary dengan menggunakan media wordwall.2009
Arsyad,Azhar.media pembelajaran.jakarta.pt raja grafindo persada
Evelyn Rientje Elsjelyn.2009.English Made easy.jakarta : kesaint Blanc
Sugiyono.2013.Metode Penelitian Pendidikan.Bandung : ALFABETA,cv.
Syamsudin . Vismania,dan Damaianti.2011. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa.Bandung :Remaja Rosdakarya.

1 komentar :

  1. Top 10 best slots casinos for 2021 - SOL.EU
    Best Slots Casino: Best Real jancasino Money Slots Sites 2021 · Red Dog Casino: Best 토토 Overall Slots Casino For USA 바카라 Players · Ignition Casino: Best gri-go.com Casino For https://sol.edu.kg/ Roulette

    BalasHapus