FKIP UNSIKA Ikuti Simposium dan Konferensi Ilmiah Tingkat Internasional di Kamboja

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas dosen-dosennya, Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) khususnya Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Bahasa Inggris, mengikuti CamTESOL atau Cambodian-Teachers of English to Speakers of Other Languages yang diselenggarakan di Phnom Penh, Kamboja 27 Februari - 1 Maret 2015. CamTESOL merupakan kegiatan tahunan untuk membahas perkembangan isu, trend, dan inovasi dalam pengajaran bahasa Inggris (English Language Teaching).
   
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh IDP Kamboja bekerja sama dengan IDP Australia (sebuah organisasi pendidikan non-profit dan pengembangan bahasa Inggris yang berpusat di Australia) dalam bentuk simposium dan konferensi ilmiah tahunan para profesional. Tema utama dalam acara tersebut yaitu "Building Skills for Regional Cooperation and Mobility".

Rangkaian acara Camtesol diisi beberapa komponen kegiatan yang terkait isu dalam pengajaran bahasa inggris diantaranya yaitu pengaruh globalisasi terhadap pengajaran bahasa inggris , isu dalam pelatihan guru bahasa inggris , pengajaran bahasa inggris akademik , dan penanggulangan masalah pembelajaran bahasa inggris di kelas.

Lebih 400 sesi presentasi paper dan workshop dilaksanakan dengan baik dalam acara CamTESOL tersebut. Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kamobaja, HE Hang Chuon Naron serta perwakilan kedutaan Australia dan Amerika. Fauzi Miftakh, S.Pd dan Kelik Wachyudi, S.S., M.Hum yang merupakan dosen dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNSIKA merupakan dua dari banyak peserta yang berasal dari Indonesia yang mengikuti acara CamTESOL tersebut serta mempresentasikan hasil penelitiannya di Indonesia dalam sesi presentasi di CamTESOL.

“Tujuan acara CamTESOL adalah menyeleggarakan forum untuk saling bertukar ide dan informasi serta penelitian dalam pengajaran bahasa Inggris (English Language Teaching). Selain itu kegiatan ini untuk memperkuat dan memperluas jaringan antara pengajar bahasa Inggris di kawasan ASEAN pada khususnya dan di dunia pada umumnya.” jelas Fauzi Miftakh, S.Pd.

Seperti diketahui bahwa peserta konferensi 11th CamTESOL tahun 2015 tersebut dihadiri oleh sekitar 1721 peserta dari 36 negara (termasuk Indonesia) yang meliputi Asia-Pasifik, Eropa, Timur Tengah dan Afrika.

“Peserta berasal dari berbagai kalangan termasuk tenaga pengajar, peneliti, praktisi, akademisi, trainer dan staf sekolah dan perguruan tinggi, pribadi, perwakilan dan lembaga serta utusan kementerian pendidikan, peneliti dan para ahli asing yang bermaksud membangun jaringan komunitas ELT di Asia khususnya,” tambah Fauzi.

Kelik Wachyudi, S.S., M.Hum, mengatakan bahwa acara tersebut sangat bermanfaat khususnya dalam meningkatkan kapasitas dosen-dosen yang mengajar di FKIP UNSIKA. Selain itu kegiatan tersebut merupakan media promosi UNSIKA untuk melebarkan sayap di kancah internasional.

“ Output yang bisa didapat dalam kegiatan tersebut yang utama adalah untuk meningkatkan kapasitas kapasitas dosen bahasa Inggris di FKIP UNSIKA. Selain itu promosi dan akses prodi pendidikan bahasa Inggris FKIP UNSIKA ke tingkat regional Asia dan internasional. Menggali isu-isu pembelajaran bahasa Inggris untuk dikembangkan di prodi pendidikan bahasa Inggris FKIP Unsika,” jelas Kelik Wachyudi, S.S., M.Hum.

Presenter lainnya dari UNSIKA untuk acara camTESOL tersebut diikuti oleh Elih Sutisna Yanto, M.Pd, Nia Pujiawati, S.S, Fikri Asih wigati, S. S., M.Pd dan Anisa Risatyah, S.Pd. Selain itu bentuk dukungan juga dilakukan oleh Yousef Bani Ahmad, M.Hum dan pimpinan FKIP UNSIKA Dr. Dayat Hidayat, S.Pd., M.Pd yang ikut serta menghadiri acara dari CamTESOL tersebut.

“Harapan dan pesan keikutsertaan kami dalam CamTESOL merupakan awal dari proses peningkatan kapasitas dosen FKIP UNSIKA khususnya dan seluruh dosen dan guru di Karawang pada umumnya. Kami berharap keikutsertaan dalam kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan dan diikuti oleh setiap dosen lain agar bisa mengembangkan diri tidak hanya di dalam negeri tetapidalam level internasional. Selain itu akan banyak manfaat yang didapat dengan ikut serta dalam kegiatan internasional seperti bisa membangun jaringan dan kerjasama dengan para pengajar dan peneliti dari berbagai Negara, sehingga bisa menambah wawasan kelimuan para dosen dan guru.” pungkas Kelik.


0 komentar:

Posting Komentar